Post Views: 23

17
Jul
Palangka Raya – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (FK UMPR), dr. Mirza Adhyatma, Sp.PD-KEMD, FINASIM, kembali berkontribusi dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dengan menjadi fasilitator pada kegiatan Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Tahun 2026.
Penugasan tersebut diberikan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Kalimantan Tengah. Dalam kepengurusan PAPDI Cabang Kalimantan Tengah, dr. Mirza Adhyatma juga tercatat sebagai Anggota Bidang Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan atau P2KB.
Kegiatan pelatihan diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara dan Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan. Pelaksanaan kegiatan terbagi dalam dua rangkaian, yaitu pada 6–11 Juli 2026 di Aquarius Boutique Hotel, Palangka Raya, serta pada 13–18 Juli 2026 di Hotel Neo Palma, Palangka Raya.
Pelatihan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan pencegahan, deteksi dini, pemantauan, dan penatalaksanaan penyakit tidak menular secara terpadu dan berkesinambungan.
Sebagai fasilitator, dr. Mirza Adhyatma berperan dalam memberikan pemaparan materi, memandu diskusi, mendampingi proses pembelajaran, serta membahas penerapan pelayanan penyakit tidak menular dalam praktik sehari-hari. Proses pelatihan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam diskusi kelompok, pembahasan kasus, penyampaian pengalaman di lapangan, dan penguatan pemahaman terhadap pelayanan pasien.
Penyakit tidak menular merupakan salah satu tantangan utama dalam pelayanan kesehatan karena membutuhkan penanganan jangka panjang. Beberapa penyakit yang termasuk dalam kelompok ini antara lain diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke, obesitas, serta berbagai gangguan metabolik lainnya.
Dalam pelayanan di FKTP, tenaga kesehatan memiliki peran penting sebagai lini pertama dalam menemukan faktor risiko dan gejala awal penyakit. Tenaga kesehatan juga bertugas memberikan edukasi, melakukan pemeriksaan dan pemantauan, menentukan tindak lanjut, serta mengarahkan pasien untuk memperoleh pelayanan rujukan apabila diperlukan.
Pelayanan terpadu tidak hanya menitikberatkan pada pengobatan, tetapi juga mencakup upaya promotif dan preventif. Oleh karena itu, peserta pelatihan diarahkan untuk memahami pentingnya edukasi mengenai pola makan, aktivitas fisik, pengendalian berat badan, penghentian kebiasaan merokok, kepatuhan terhadap pengobatan, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Setiap pasien perlu mendapatkan penilaian sesuai dengan kondisi klinis, faktor risiko, penyakit penyerta, serta kemampuan dalam menjalankan rencana terapi.
Kegiatan pelatihan juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dinas kesehatan, organisasi profesi, dan institusi pendidikan kedokteran. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendukung kesinambungan pelayanan sekaligus memperkuat upaya pengendalian penyakit tidak menular di daerah.
Kepercayaan yang diberikan kepada dr. Mirza Adhyatma sebagai fasilitator menunjukkan pengakuan terhadap kompetensi dosen FK UMPR dalam bidang penyakit dalam, endokrin, metabolik, dan diabetes. Keterlibatan tersebut juga menunjukkan bahwa peran dosen tidak terbatas pada kegiatan pembelajaran di dalam kampus, tetapi turut menjangkau peningkatan mutu pelayanan kesehatan di masyarakat.
Bagi Fakultas Kedokteran UMPR, partisipasi dosen dalam kegiatan pelatihan merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh serta dibagikan dalam kegiatan tersebut dapat memperkaya pembelajaran mahasiswa, memperkuat pengembangan keilmuan, dan meningkatkan kontribusi fakultas bagi pelayanan kesehatan.
Fakultas Kedokteran UMPR menyampaikan apresiasi kepada dr. Mirza Adhyatma atas kontribusinya dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Keikutsertaan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta pelatihan dan turut mendorong peningkatan kualitas pelayanan penyakit tidak menular di Kalimantan Tengah.
FK UMPR akan terus mendorong dosen untuk terlibat aktif sebagai narasumber, fasilitator, peneliti, maupun peserta dalam berbagai kegiatan ilmiah dan pengembangan profesi. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk membangun pendidikan kedokteran yang unggul, adaptif, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.